Menikmati Opini Blogger KOMIK Tentang Perfilman Indonesia (Buku Sinema Indonesia Apa Kabar?)

198 Views

Tahun 2019 sudah hampir berada diujungnya, namun banyak
kesan menarik untuk diceritakan. Terutama tentang dunia film Indonesia itu
sendiri. Dan dalam kacamata blogger bisa menjadi sebuah hal yang berbeda
lagi. 



 



Ragam cerita opini menarik tentang perfilman itu sendiri
terangkum manis dalam buku sinema Indonesia apa kabar? Kalian bisa menemukan
referensi film menarik apa saja sepanjang tahun 2019 ini yang sudah tampil di
studio kesayangan kalian. Atau film yang meninggalkan kesan baik, kesan positif
hingga ke pesan-pesan lainnya juga dikemas dengan sedemikian rupa dalam buku
ini. 



 



???



Ketika bicara tentang film tidak berhenti hanya di gerak
layar, pemain dan pesan dan kesan saja setelah menyaksikannya. Salah seorang Blogger
Tauhid Patria  memandang dari sisi lainnya yaitu soundtrack beberapa film,
menurut doi
melalui soundtrack
sebuah film yang ditampilkan, ia berujar  "kita tidak saja
terhibur  dengan jalan cerita sebuah film, tapi kita akan terus
mengingatnya lewat soundtracknya yang bisa didengarkan tidak hanya sekarang,
saat ini, tapi juga untuk jangka waktu yang panjang."



 



Atau blogger lainnya Riap Windhu, menyatakan
harapannya, "semakin saya banyak menonton sejumlah karakter tokoh super
hero garapan Marvel, semakin lama tiba-tiba saya merindu hadirnya tayangan
superhero lokal yang dapat merebut hati para penonton film begitu
dahsyat." 
Ia
sendiri membayangkan kehadiran superhero-superhero asli Indonesia yang begitu
memikat dengan kedigdayaannya masing-masing dan dipadukan dengan visual yang
menarik tentunya.
  Amin.



 



Lain lagi blogger Linda Erlina, bagi dia menyaksikan
sebuah film terutama budaya menjadi perhatian khusus baginya. "Belajar
sejarah sekaligus mendalami budaya menjadi sebuah keasikan tersendiri saat
menyaksikan film layar lebar yang mengangkat unsur budaya." Sebab
menurutnya
pelestarian budaya melalui film
menjadi sebuah cara unik untuk kepada masyarakat tanpa harus disodori dengan
buku teks kuno yang tebal
. Ia
sendiri berharap ke depannya akan semakin  banyak sutradara Indonesia
yang tidak hanya sekedar menggarap cerita demi banyaknya jumlah penonton namun
juga menghadirkan nilai budaya asli Indonesia. 



SELENGKAPNYA

Comments

Signin Signup