Sosialisasi Anti Vandalisme dan Tata Cara Naik KRL di SMP PGRI DARU Bersama PT KCI dan FPPKA

307 Views

Perkembangan teknologi komunikasi pada akhir-akhir mengalihkan perhatian kita akan pentingnya berkomunikasi tatap muka. Memasukkan era digitalisasi semua orang ingin mengetahui segala informasi melalui smartphone atau handphone pintar. Perkembangan ini pastinya di imbangi antara online dan offline sehingga PT KCI (Kereta Commuter Indonesia) bersama FPPKA (Forum Pengguna Pencinta Kereta Api) pada hari Jumat (11/10/2019) mengadakan Sosialisasi Anti Vandalisme dan Tata Cara Naik KRL di SMP PGR Daru, Jambe, Kabupaten Tangeran, Banten.



Hadir di acara ini  perwakilan dari Corporate Communication PT KCI yang  diwakili Muhammad Akbar, Ketua FPPKA Pandu Aji Prakoso dan Kepala Sekolah SMP PGRI Daru Warjono serta para siswa-siswi pelajar SMP PGRI Daru. 

Apa sih definisi vandalisme, ada tiga pendekatan yang berpusat pada kerusakan, pelaku atau konteks memilih definisi atas vandalisme yang berbeda, diantaranya,

  • Definisi berdasarkan kerusakan. Vandalisme merupakan kebobrokan atau penghancuran suatu objek dalam lingkungan.
  • Definisi berdasarkan pelaku. Vandalisme merupakan tindakan yang disengaja dan ditujukan untuk merusak atau menghancurkan sebuah objek yang merupakan milik orang lain.
  • Definisi berdasarkan konteks. Jika vandalisme digolongkan sebagai tingkah laku agresif, maka norma sosial menjadi penting. Jadi, vandalisme merupakan tingkah laku yang melanggar norma.


Sosialisasi ini sangat penting dilakukan bersama dengan komunitas-komunitas yang ada, melalui rekomendasi Sekjen DSC (Daru Station Community) M.Sobari memberikan usulan kepada PT KCI dan FPPKA untuk mengadakan sosialisasi ini di Desa Daru yang lokasinya dekat dengan Stasiun Daru. “Kami segera menghubungi Pak Kepsek SMP PGRI Daru agar dapat memberikan partisipasi untuk sosialisasi kepada para pelajar dan sangat mendukung sekali”, ujar Sobari

Aksi vandalisme pernah menimpa KRL dan ada korbannya yang tidak sedikit. Vandalisme berupa coretan grafiti ke KRL, selama proses penghapusan coretan ini, rangkaian kereta tidak bisa beroperasi. “Dampak Vandalisme ini langsung terasa pada layanan operasional sehingga ribuan penumpang yang terkena imbasnya,” kata Akbar

Tidak saja terjadi di KRL, vandalisme juga dilakukan oleh oknum masyarakat yang ada diperlintasan kereta api dengan melempari batu ke arah kereta yang berjalan, sehingga menimbulkan hantaman yang cukup keras sampai memecahkan kaca jendela. Disamping itu coretan juga dilakukan di rambu-rambu petunjuk lainnya serta dinding-dinding pagar stasiun yang juga tidak terlepas dari coretan.
Menurut Pandu,”PT KCI telah menggandeng komunitas kereta untuk sama-sama mensosialisasikan anti vandalisme terhadap sarana dan prasarana kereta api Jabodetabek agar meminimalkan aksi tersebut hingga tidak ada sama sekali.”



Para siswa-siswi SMP PGRI Daru, juga di sosialisasikan tata cara naik KRL. Pastinya sampai saat ini mereka belum pernah ada sosialisasi ini, jadi naik asal naik dan turun asal turun. Tapi jangan kuatir ada cara yang harus diketahui,

  1. Ketahui dulu rute KRL untuk mencapai stasiun tujuan.
  2. Siapkan Tiket KRL 
  3. Tap tiket elekronik untuk masuk ke peron
  4. Perhatikan peraturan gerbong khusus wanita dan anak-anak
  5. Ingat ! Kursi Prioritas diutamakan untu mereka yang berhak
  6. Setelah sampai di stasiun tujuan, lakukan tap tiketmu ke perangkat pintu keluar

Buat kamu yang ingin lebih paham lagi adalah untuk mengetahui rute dan jadwal KRL dapat download langsung dari website www.krl.co.id

Siswa-siswi sangat senang sekali dengan sosialisasi ini dan berharap terus dilakukan kembali oleh PT KCI agar tata cara naik KRL lebih dapat dirasakan dan dapat ditularan kepada yang lainnya. Pak Warjono berpesan,”Dengan semangat sosialisasi ini, kita semua dapat merubah perilaku masyarakat terutama pelajar agar mengetahui etika yang baik.” (ft)


Comments

Signin Signup