Tatapan yang Menyeramkan

23 Views
Cinta memang begitu, datangnya tanpa permisi. Dengan sopannya, ia langsung berlabuh ke hati.


Aku terus berjalan menyusuri pasir putih yang menyentuh hangat tapak
kaki. Tanpa sadar aku teringat akan raut wajah yang tanpa sengaja
menyapaku dalam lamunan sore. Diaaa. Lagi-lagi wajahnya yang selalu
menyapaku dalam lamunan tak bertuan. 





Inginku menepis dan membuang lamunan itu. Tapi sungguh sial! Dia enggan
beranjak dari bayangan semu sore itu. Aku mendengar namaku disebutnya
tanpa jeda, dia terus dan terus memanggilku bersama deru ombak yang
berteriak.

Comments

Signin Signup